- Home »
- Pemilik Waroeng Steak and Shake Rambah Bisnis Properti
Dali 86
On Kamis, 14 Maret 2013
SOLO — Pemilik Waroeng Steak and Shake, Jody Brotosuseno kini mulai terjun ke bisnis baru. Dari kuliner, pengusaha muda pemilik 60 jaringan Waroeng Stake and Shake ini siap mengembangkan bisnis properti.
Tidak tanggung-tanggung, pihaknya sudah menyiapkan sekitar lima titik lahan di sejumlah kota besar untuk dikembangkan menjadi berbagai macam bentuk investasi properti, mulai kondotel, perumahan syariah, hotel dan apartemen muslim. “Bahkan saya juga saya sudah bangun hotel haji dan umroh di Jakarta, dan sekarang sudah jadi sekitar 90%,” kata Jody kepada Solopos.com.
Bisnis properti sengaja dia pilih karena prospeknya bagus. “Apalagi nilai properti dari tahun ke tahun tidak pernah turun,” tegasnya. Jody mengatakan, nama perusahaan yang siap mengembangkan bisnisnya itu adalah Waroeng Property. Titik-titik yang sudah dia siapkan di antaranya Jl Gejayan sekitar 1.600 meter persegi, Jl Kaliurang Jogja seluas 2.000 meter persegi, Sentul 10 hektare, Bandung 1.000 meter dan Jakarta.
“Beberapa di antaranya akan saya bangun hotel budget, tapi budget syariah,” ujar Jody. Meskipun belum memastikan secara detail bagaimana konsep hotel yang akan dia bangun, termasuk jumlah unit kamar yang akan dia tawarkan, tetapi saat ini Jody sudah melakukan kerjasama dengan salah satu perusahaan operator hotel PT Metropolitan Golden Management (MGM).
Jody mengaku tidak punya banyak modal untuk bisa terjun ke bisnis properti. Maka, di lahan-lahan tertentu dia akan memilih untuk mengembangkan kondotel, yang investasinya dimiliki oleh orang lain.
“Meskipun minim modal dan termasuk pemain baru di sektor properti, tapi saya tetap optimistis bisa kembangkan sektor ini, tanpa meninggalkan bisnis kuliner.”
“Meskipun minim modal dan termasuk pemain baru di sektor properti, tapi saya tetap optimistis bisa kembangkan sektor ini, tanpa meninggalkan bisnis kuliner.”
Di sektor kuliner sendiri, selain memiliki merek Waroeng Stake and Shake, dia juga punya Waroeng Penyet dan Waroeng Ayam Kampoeng. Jaringan bisnis kulinernya tersebar di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Makassar, Bali dan segera menyusul ke Indonesia timur.
Semua jaringan warung makan tersebut, adalah milik dia sendiri. “Tidak ada yang pakai franchise. Selain itu saya kembangkan sendiri, ada beberapa yang sharing modal. Warong Ayam Kampung adalah brand terbaru kami.” Saat ini, Waroeng Ayam Kampung baru memiliki tiga cabang di Jogja, Malang dan Bandung. “Solo segera menyusul serta kota-kota besar lainnya,” paparnya.
Sumber :http://www.solopos.com/2013/03/12/pemilik-waroeng-steak-and-shake-rambah-bisnis-properti-386945
Posting Komentar